Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh🙏
Hello guys, good morning, good day, good afternoon and good evening🌞🌝🌛. Today I will post a little of my writing that is a novel entitled "Destiny of Kasih"💞💞 Please read and hopefully my writing is not disappointing😁 Check it out!!🙆🙆
CHAPTER I
Pada hari itu
hujan turun dengan sangat deras disertai angin kencang dan petir yang
menyambar-nyambar. Setelah 15 tahun pernikahan lahirlah seorang anak perempuan
yang memiliki paras cantik, mata coklat dan rambut pirang bernama Kasih, dari
pasangan suami istri yaitu Charlie dan Jean. Kelahirannya telah lama
ditunggu-tunggu oleh keluarganya. Kelahiran Kasih membawa kabar suka dan
sekaligus duka bagi keluarga, karena Jean ibunya tidak sadarkan diri setelah
berusaha melahirkan Kasih ke dunia ini. Charlie merasa bahagia karena putri
yang sudah ditunggu-tunggu kedatangannya telah lahir dengan selamat dan tanpa
kurang satu apapun malam itu, tetapi tiba-tiba dia tertegun mendengar kabar
bahwa istrinya Jean justru tidak sadarkan diri setelah memberikan seorang putri
yang cantik seperti bidadari kepadanya. Belum diketahui apa penyebab Jean tidak
sadarkan diri, karena setelah diperiksa denyut nadi dan detak jantungnya normal
seperti biasanya. Charlie merasa khawatir dengan apa yang terjadi, dan ia tidak
mau kehilangan istri tercintanya. Ia memanggil dokter-dokter yang terkenal
kehebatannya dalam menangani persalinan untuk memeriksa keadaan istrinya.
Setelah segala macam bentuk pemeriksaan yang dilakukan Jean ternyata mengalami
trauma ketika melahirkan dan membuatnya tidak sadarkan diri selama 3 hari.
Charlie merasa lega karena tidak terjadi sesuatu yang serius terhadap istrinya.
Hari demi hari
dilalui tak terasa Kasih sudah berumur 3 tahun. Jean dan Charlie membesarkan
Kasih dengan penuh kasih sayang. Mereka memfasilitasi segala kebutuhan Kasih
dan selalu memberikan apapun yang Kasih inginkan. Dan ternyata trauma yang
sempat dialami Jean sewaktu melahirkan Kasih 3 tahun silam membuatnya
perlahan-perlahan kehilangan keseimbangan tubuh dan menyebabkan ia lumpuh
sementara. Hanya Kasih yang dapat membuat kesedihan Jean berkurang dan
membuatnya semangat untuk pulih kembali. Charlie rela melakukan apapun demi
kesembuhan istrinya karena ia tak sanggup membesarkan Kasih seorang diri tanpa
merasakan kasih sayang dari ibunya.
Jean berkata, “Charlie, kau bisa menjadi
ayah sekaligus ibu untuk anak kita Kasih. Karena kondisiku sekarang membuat
Kasih kehilangan kasih sayang seorang ibu dalam pertumbuhannya.”
“Aku akan berusaha melakukan apapun demi
kesembuhanmu dan demi buah hati kita Kasih. Dia tidak akan kehilangan ibunya
secepat ini, perjalanannya masih panjang dan kita akan membesarkannya
bersama-sama.” Jawab Charlie.
Jean hanya bisa tersenyum dan memegang
dengan erat tangan Charlie tanpa berkata apapun.
“Yakinlah Jean kau bisa sembuh dan
menjalani hidup seperti dulu lagi, kita sudah berjanji tidak akan membiarkan
seorangpun dari kita untuk membesarkan putri kita sendirian. Jangan kau buat
semua usahaku menjadi sia-sia dengan keputus asaanmu untuk sembuh.” Charlie
memohon kepada Jean untuk kembali semangat menjalani segala jenis pengobatan
agar membuatnya pulih kembali seperti dulu.
Setelah
2 tahun berlalu, Kasih sudah berumur 5 tahun. Tepat di ulang tahunnya yang ke-5
tahun Jean ibunya meninggal dunia. Tetapi Kasih tidak diberitahu bahwa ibunya
meninggal dunia, karena Charlie tidak mau merusak hari bahagia Kasih yang
berulang tahun ke-5 tahun pada hari itu. Ulang tahun Kasih dirayakan dengan
sangat meriah, hingga saat acara pemotongan kue dilakukan Kasih ingin memotong
kue dikamar ibunya bersama dengan ibunya.
“Ayah aku ingin memotong kue ulang tahunku
bersama ibu, ayo kita bawa kuenya ke kamar ibu. Dan aku juga ingin meniup lilin
kue ulang tahunku bersama ibu. Ayo ayah kita ke kamar ibu, pasti ibu senang
melihatku memakai gaun ini karena aku terlihat sangat cantik pada hari ini,
hehehe.” Candaan Kasih kepada ayahnya.
Sebelumya Charlie sudah meminta untuk istrinya
dipakaikan gaun yang cantik agar Kasih melihat ibunya seperti malaikat sebelum
Kasih tahu bahwa ibunya sudah meninggal dunia.
“Iya putriku tersayang, kita akan membawa kue
ulang tahunmu ke kemar ibu, dan ibu pasti akan senang melihat putrinya secantik
bidadari hari ini.” Puji ayah.
Dan setibanya di kamar Kasih melihat ibunya
seperti malaikat tak bersayap yang sangat cantik. Kasih langsung memeluk ibunya
dan berkata, “Ibu cantik sekali hari ini, ibu seperti malaikat. Tetapi Kasih
tidak kalah cantik dengan ibu, coba ibu lihat Kasih juga mengenakan gaun yang
sangat cantik, dan ayah bilang Kasih seperti bidadari bu, hehe.”
Melihat itu Charlie hanya bisa tersenyum sedih
dan tanpa disadari air mata Charlie pun menetes. Charlie berusaha mencoba
memberitahu Kasih yang belum paham dengan kondisi ini bahwa ibunya telah
meninggal dunia dan tidak akan pernah kembali lagi.
“Kasih sayang, ibu pasti bangga telah
melahirkan kamu seorang putri yang cantik seperti bidadari, dan ibu juga cantik
seperti malaikat. Kalian berdua adalah bidadari dan malaikat yang telah
menyinari hidup ayah. Dan Allah sangat sayang sama ibu sehingga Allah memanggil
ibu duluan untuk menemuinya. Kita harus ikhlas ya sayang karena ibu disana
sudah bahagia dan tidak merasakan sakit lagi. Ibu tetap ada bersama kita, dan
ibu tetap berada disini dihati kita (sambil memegang dadanya dan dada Kasih).”
Charlie mencoba memberi penjelasan kepada Kasih.
“Kenapa Allah memanggil ibu untuk menemuinya
yah? Kenapa tidak Allah saja yang datang kesini menemui ibu, kan ibu sedang
sakit.” Jawab Kasih polos.
“Allah SWT memanggil ibu agar ibu tidak
merasakan sakit lagi sayang, dan sekarang ibu sudah bahagia di surga. Disanalah
ibu tinggal sekarang tanpa merasakan sakit dan kesedihan lagi. Kita hanya perlu
mendoakan ibu dari sini agar ibu selalu bahagia disana dan jangan sampai ibu
bersedih melihat kita bersedih disini. Semua dari kita pasti akan ke surga
tetapi tergantung Allah kapan kita akan dipanggil untuk menemuinya.” Ujar
Charlie berusaha membuat Kasih mengerti.
“Ooo, begitu ya yah. Berarti sekarang ibu sudah
menjadi malaikat yang sebenarnya di surga. Kasih beruntung memiliki ibu yang
disayangi oleh Allah karena ibu tidak perlu merasakan sakit dan kesedihan lebih
lama lagi, Kasih tidak tega melihat ibu selama ini merasakan sakit dan selalu
bersedih.” Jawab Kasih mengerti sambil mencium kening ibunya.
Charlie merasa lega karena bisa memberikan
pengertian kepada putrinya dan tidak membuatnya terlalu bersedih atas kepergian
ibunya.
***
Not feel Kasih has started growing up and raised by a
father who also acts as a mother in its growth. Kasih is 16th years
old and a few more days is her 17th birthday or
happy sweet seventeen day. Kasih did not expect much on her 17th birthday,
she just wants her father to stay healthy and be able to accompany her until
she succeeds and can be happy her father later. But her father had other plans,
her father had prepared a very lively party at a hotel for the birthday of her
17th beloved daughter. Charlie prepared this as a surprise for Kasih
and his gratitude to his beloved daughter for being a princess who understands
all this and never once denied his words as a father. All the struggle and
sacrifice Charlie had been raising Kasih should not be in vain and not to one
day his daughter fell into the wrong hands. Therefore Charlie has prepared
everything and will tell Kasih when she is exactly 17th years old.
Tomorrow is her 17th birthday, the moment her
father Charlie had been waiting for. Because his daughter is growing up and
already understand what it is "Love".
Charlie does not want if Kasih will recognize the irresponsible man and easily
hurt his daughter. He really did not want to see Kasih feel the failure to make
love and make her depressed. Because he enlarged Kasih not to be hurt and feel
the sadness due to failure in making love. Charlie tells Kasih the hotel
address to come tonight with the reason he wants to have dinner with his
beloved daughter.
“This is the address of the hotel, I
wait for you tonight at 08.00 pm. I want to spend dinner with my beloved
daughter who is 17th years old. Dress up the beautiful as an angel
because I wants all eyes on you tonight my daughter.” Charlie said as he
stroked his daughter's hair.
“Well if that's the father's request,
actually do not bother eating dinner outside to celebrate my birthday. Because
with the father who remained healthy, always be beside me and always support
all my activities for this it has become a very precious gift for me. I love
you so much dad.” Answer Kasih and Hugs her father.
“I love you too much my little angel.” Charlie said
and kissed his daughter's forehead.
When the
evening came, Charlie with his extended family and his daughter's friends were
waiting for Kasih's arrival at the hotel. All the preparations are done just
waiting for Kasih arrived at the hotel. Hours are showing exactly at 8 pm, not
long after Kasih arrived. Instantly all the eyes fixed on her, with a very
beautiful white dress, long loose blond hair, very beautiful brown eyes and a
little smear of makeup on her face made her look really like an angel. Kasih
was surprised to see everyone had gathered there welcoming his presence.
Charlie came to pick up his daughter and took his daughter's hand to the center
of the room and started his daughter's 17th birthday party. Kasih is
touched by all his father's efforts so far to make her happy, she feels to be the
luckiest woman to have a father like Charlie.
After the birthday party lasts until 10 pm, all guests
are requested to gather in the middle of the room. Charlie wants to give one
more surprise to his daughter Kasih. He will introduce a man who he thinks is
worthy to be his daughter's future partner someday. Kasih did not know her
father's plans, because this had been planned by Charlie long ago to introduce
his daughter's partner when she was 17 years old. And this is the time that after
so long waiting for Kasih to grow up. Her eyes were covered with black cloth,
and she was taken to the center of the room. The figure of a handsome man
coming out of the corner of the room using a white shirt and a very neat black
suit. This man came to Kasih and stood between Kasih and her father. In the
third count of the blindfold of Love will be opened. And all the guests count
down, “Three……….Two………One………..”.
***
Surely you are curious, who is the man? If you want to know the answer, wait for my next novel post 😊🔜 And please criticize and advice yaa guys🙇 Thank you for reading my post all, see you in my next post 👋😘
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar